Traders work during the opening bell at the New York Stock Exchange (NYSE) on March 16, 2020 at Wall Street in New York City. - Trading on Wall Street was halted immediately after the opening bell Monday, as stocks posted steep losses following emergency moves by the Federal Reserve to try to avert a recession due to the coronavirus pandemic.Just after the opening bell, the S&P 500 was at 2,490.47, a drop of 8.1 percent and beyond the seven percent loss that automatically triggers a 15-minute trading halt. (Photo by Johannes EISELE / AFP) (Photo by JOHANNES EISELE/AFP via Getty Images)

Pasar saham AS bergerak di zona hijau pada hari Jumat (8/8), dengan kontrak berjangka dari ketiga indeks utama naik sekitar 0,3%, seiring pelaku Pasar mencermati Tarif baru Presiden Trump, laporan keuangan perusahaan, dan perkembangan di Federal Reserve.
Sorotan Utama: Tarif Emas & Pergantian di The Fed
Pemerintahan AS mengumumkan akan menerapkan Tarif pada batangan Emas, membalikkan ekspektasi industri yang sebelumnya mengira Emas akan dikecualikan.
Presiden Donald Trump juga mencalonkan Stephen Miran, Ketua Dewan Penasihat Ekonomi, untuk menggantikan Adriana Kugler di Dewan Gubernur The Fed.

Saham Perusahaan & Sektor Unggulan
Semua sektor mencatatkan kenaikan, dengan sektor kesehatan mencatat kinerja terbaik.
Intel naik 0,4% setelah CEO-nya menyatakan mendapat dukungan penuh dari dewan direksi, menyusul desakan Trump agar ia mengundurkan diri.
Gilead Sciences melonjak 8,6% berkat laporan laba yang kuat.
Tesla naik 1,3%, meskipun perusahaan memutuskan membubarkan tim Dojo-nya (tim superkomputer AI).

Kinerja Mingguan Indeks Utama
S&P 500 naik 1,6% — kenaikan mingguan terbesar dalam lima pekan terakhir
Dow Jones bertambah 0,9%
Nasdaq melonjak 2,9%.(yds)
Sumber: Trading Economics