
USD/JPY Naik Saat Pasar Perbesar Spekulasi The Fed Lebih Hawkish
USD/JPY memperpanjang Penguatan untuk hari keenam dan diperdagangkan di sekitar 158,90 pada sesi Asia Senin (18/5). Yen melemah karena Dolar AS menguat seiring Pasar menilai The Fed bisa semakin agresif melawan inflasi.
Sejumlah pejabat The Fed menegaskan pengendalian inflasi tetap prioritas, termasuk membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan bila tekanan harga bertahan. Pasar pun menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember, dengan CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 48%, melonjak dari 14% sepekan lalu.
Dolar juga mendapat dukungan dari permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik. AS dan Iran disebut masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pengiriman Selat Hormuz, sementara pernyataan Trump yang memperingatkan Iran menambah ketegangan dan menjaga harga Minyak tetap tinggi.
Di Jepang, tekanan inflasi dari sisi biaya ikut menjadi perhatian. Data inflasi produsen yang lebih kuat dari perkiraan memunculkan spekulasi Bank of Japan akan mulai menaikkan suku bunga dari level yang sangat rendah, dan anggota dewan BOJ Kazuyuki Masu mendorong kenaikan suku bunga “secepat mungkin” karena risiko inflasi yang dinilai lebih persisten.
Meski demikian, sebagian analis menilai dampak shock energi terhadap pertumbuhan Jepang masih terbatas dibanding dampaknya ke inflasi. Proyeksi ING melihat ekonomi Jepang tumbuh sekitar 0,3% kuartalan pada kuartal I, sementara inflasi April diperkirakan 1,8% tahunan, terbantu subsidi yang menahan kenaikan harga lebih luas.(asd)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.