
Dolar Melemah Ditengah Optimisme De-eskalasi Iran-AS
Dolar AS melemah untuk hari kedua pada Kamis (7/5), seiring harapan de-eskalasi perang Iran–AS yang mendorong Pasar global lebih berani mengambil risiko dan mengurangi arus safe haven ke greenback. Sumber dan pejabat menyebut kedua pihak mengarah pada kesepakatan terbatas dan sementara untuk menghentikan perang, meski isu paling sensitif masih belum terselesaikan.
Perkembangan ini mendukung Pasar saham dan Obligasi sejak Rabu, sekaligus menekan Dolar terhadap mayoritas mata uang utama.
Euro naik 0,2% ke US$1,1755 setelah menguat 0,47% sehari sebelumnya, sementara sterling naik 0,2% ke US$1,36255 usai reli 0,4% pada Rabu. Corpay menilai optimisme yang “hati-hati” mengangkat mata uang negara pengimpor energi dan membatasi permintaan Dolar, dengan volatilitas implisit FX ikut turun dan level ketakutan berada di bawah ambang pra-perang pada banyak pasangan.
Kanal transmisinya terutama melalui ekspektasi energi dan inflasi: tanda-tanda meredanya konflik menumbuhkan harapan ekspor Teluk dapat pulih, menekan harga Minyak, dan mengurangi premi risiko yang sebelumnya menopang Dolar. Namun, Pasar juga menilai ketenangan ini bisa cepat berubah karena belum ada indikasi posisi negosiasi benar-benar konvergen, sehingga headline negatif masih berpotensi memicu volatilitas baru.
Di Asia, yen bergerak relatif datar di sekitar 156,36 per Dolar setelah menguat tajam pada Rabu di tengah spekulasi intervensi Jepang. Data bank sentral mengindikasikan Jepang mungkin menghabiskan hingga 5,01 triliun yen (sekitar US$32,06 miliar) untuk menopang mata uangnya, sementara diplomat mata uang Atsushi Mimura menyatakan Jepang tidak dibatasi dalam melakukan intervensi. Meski begitu, State Street Investment Management menilai tanpa tindak lanjut Bank of Japan melalui kenaikan BI Rate beruntun, yen berisiko kembali melemah dalam jangka dekat, meski intervensi berulang bisa meningkatkan peluang aksi kebijakan lebih luas pada periode Juni–Juli.
Secara lebih luas, Dolar juga melemah terhadap sejumlah mata uang lain, termasuk crown Norwegia dan Dolar Australia. Aussie naik 0,2% ke US$0,72516, dekat level tertinggi empat tahun yang disentuh pada Rabu, sementara crown Swedia menguat sekitar 0,4% ke 9,198 per Dolar setelah Riksbank menahan suku bunga di 1,75% sesuai ekspektasi, sambil menilai risiko inflasi dari perang Timur Tengah meningkat “sedikit”.
Bitcoin turun sekitar 1% ke US$80.819, namun masih dekat puncak lebih dari tiga bulan pada sesi sebelumnya
Fokus Pasar berikutnya tertuju pada perkembangan diplomasi Iran–AS dan dampaknya ke harga energi, serta sinyal kebijakan Jepang menjelang pertemuan pekan depan antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang disebut akan membahas pengekangan spekulasi pelemahan yen.
Variabel yang dipantau pelaku Pasar tetap: headline negosiasi, arah Minyak sebagai proksi risiko inflasi, volatilitas FX, dan ruang kebijakan bank sentral untuk merespons pergeseran premi risiko.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.