Analisis Brent Tembus US$107, Risiko Pasokan Hormuz Kembali Disorot! - Data Pasar 2026-05-12

Analisis Brent Tembus US$107, Risiko Pasokan Hormuz Kembali Disorot! - Data Pasar 2026-05-12

Brent Tembus US$107, Risiko Pasokan Hormuz Kembali Disorot!

Harga Minyak naik sekitar 2% pada Selasa (12/05) setelah harapan tercapainya kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran mereda, menghidupkan kembali kekhawatiran gangguan pasokan. Brent menguat lebih dari US$2 atau 2,6% ke US$107,09 per barel, sementara WTI naik US$2,78 atau 2,6% ke US$102,154, setelah keduanya juga naik hampir 2,8% pada Senin kemarin.
Sentimen Pasar bergeser setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on life support”, menyoroti perbedaan pandangan terkait sejumlah tuntutan, termasuk penghentian permusuhan di semua фрон, pencabutan blokade laut AS, dimulainya kembali penjualan Minyak Iran, serta kompensasi kerusakan perang. Narasi ini mendorong premi risiko geopolitik kembali masuk ke harga Minyak.
Fokus utama pelaku Pasar tetap pada Selat Hormuz, jalur yang menampung sekitar seperlima aliran Minyak dan LNG global. Iran menegaskan kedaulatannya atas selat tersebut, sementara kekhawatiran atas potensi pembatasan lalu lintas kembali memunculkan risiko pasokan yang bersifat tail risk, terutama jika ketegangan meningkat atau ancaman blokade kembali mencuat.
Komentar pelaku Pasar menegaskan volatilitas tetap tinggi. DBS menilai jika kesepakatan tidak tercapai hingga akhir Mei, risiko kenaikan harga Minyak masih terbuka. Sementara itu, KCM Trade memperkirakan terobosan damai bisa memicu koreksi tajam US$8–US$12, namun eskalasi atau ancaman blokade dapat mendorong Brent kembali menuju area US$115+.
Dari sisi suplai, gangguan terkait hampir-penutupan selat dilaporkan membuat sebagian produsen memangkas ekspor. Survei Reuters pada Senin menunjukkan output OPEC pada April turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade, menambah sensitivitas Pasar terhadap setiap perkembangan geopolitik dan respons produksi.
Di luar Timur Tengah, perhatian Pasar juga tertuju pada pasokan AS dan dinamika dagang. Jajak pendapat Reuters memperkirakan stok Minyak mentah AS turun sekitar 1,7 juta barel pada pekan sebelumnya, sejalan dengan kuatnya arus ekspor melalui jalur laut dalam beberapa pekan ke depan menurut Macquarie. Pasar juga memantau rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis-Jumat, setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang dituding memfasilitasi pengiriman Minyak Iran ke China, di tengah ketegangan dagang yang telah menekan perdagangan energi AS–China. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.