
Harapan Damai Iran Tekan Dolar
Indeks Dolar AS bergerak di dekat level terendah enam pekan pada perdagangan Rabu (5/8). DXY turun sekitar 0,1% ke 99,78, tertekan oleh meningkatnya harapan kesepakatan sementara AS–Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Harga Minyak melanjutkan penurunan untuk hari ketiga setelah Qatar menyatakan rancangan proposal telah disiapkan. Brent turun mendekati US$79 per barel, sementara WTI bergerak di sekitar US$75. Minyak yang lebih rendah meredakan risiko inflasi dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sehingga membatasi daya tarik Dolar.
Namun, Dolar belum melemah lebih dalam karena ekonomi AS masih relatif tangguh dan peluang pengetatan The Fed belum sepenuhnya hilang. Pasar juga masih berhati-hati karena kesepakatan Hormuz belum diumumkan secara resmi dan negosiasi sebelumnya sempat gagal menghasilkan penyelesaian.
Di Jepang, USD/JPY bergerak stabil di sekitar 157,70 setelah yen menguat tajam akibat intervensi bersama Tokyo dan Washington. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington siap membantu Jepang menjaga stabilitas yen, meski Penguatan jangka panjang tetap bergantung pada kebijakan Bank of Japan dan selisih suku bunga kedua negara.
Reserve Bank of India juga mempertahankan suku bunga acuannya di 5,25% dengan sikap kebijakan netral. Rupee menguat karena penurunan Minyak mengurangi kekhawatiran mengenai biaya impor energi dan tekanan inflasi India.
Analisis Newsmaker: Selama DXY tertahan di bawah 100,00–100,20, tekanan terhadap Dolar masih dominan dengan target penurunan menuju 99,50 dan 99,20. Kesepakatan Hormuz dapat memperpanjang pelemahan Dolar dan menopang Emas. Sebaliknya, kegagalan diplomasi atau data tenaga kerja AS yang kuat dapat mengangkat DXY kembali di atas 100 dan menekan Emas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.