
Minyak Naik, Serangan di UEA Tambah Naikkan Premi Risiko
Harga Minyak memperpanjang kenaikan pada Senin (18/5) setelah prospek perdamaian di Timur Tengah semakin suram menyusul serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab. Perkembangan ini menambah premi risiko pasokan, di tengah meningkatnya serangan drone dan retorika yang mengarah pada eskalasi konflik.
Kontrak berjangka Brent naik 57 sen (0,52%) menjadi US$109,83 per barel pada 08:08 GMT, setelah sempat menyentuh US$112—tertinggi sejak 5 Mei. WTI naik 79 sen (0,75%) menjadi US$106,21 setelah menyentuh US$108,70, tertinggi sejak 30 April. Kontrak WTI bulan depan (Juni) akan berakhir pada Selasa.
Kedua acuan telah menguat lebih dari 7% pekan lalu setelah harapan kesepakatan untuk menghentikan serangan dan penyitaan kapal di sekitar jalur Selat Hormuz memudar. Pembicaraan Trump–Xi pekan lalu juga berakhir tanpa sinyal dari importir Minyak terbesar dunia bahwa Beijing akan membantu meredakan konflik yang dipicu serangan AS–Israel terhadap Iran.
Di kawasan, Arab Saudi melaporkan mencegat tiga drone yang masuk dari wilayah udara Irak dan memperingatkan akan mengambil langkah operasional yang diperlukan terhadap upaya pelanggaran kedaulatan. UEA menyatakan sedang menyelidiki sumber serangan terhadap fasilitas Barakah dan menegaskan memiliki hak untuk merespons apa yang mereka sebut sebagai “serangan teroris.”
Dari Washington, Axios melaporkan Trump dijadwalkan bertemu penasihat keamanan nasional pada Selasa untuk membahas opsi aksi militer. Sementara itu, pemerintahan Trump pada Sabtu membiarkan kedaluwarsa pengecualian sanksi yang sebelumnya memungkinkan negara termasuk India membeli Minyak Rusia via jalur laut setelah perpanjangan satu bulan, menambah faktor ketidakpastian pasokan di Pasar global.
Kombinasi risiko geopolitik, ancaman gangguan pengiriman, dan ketidakpastian kebijakan sanksi berpotensi menjaga volatilitas Minyak tinggi. Bagi Pasar, Minyak yang bertahan tinggi memperkuat risiko Data Inflasi dan dapat memperketat kondisi finansial jika bank sentral kembali dipaksa bersikap lebih restriktif. (arl)*
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.